Article

5 Perbedaan

10:38, 9 June 2021

Konvensional vs asuransi syariah 15 15

Asuransi Konvensional & Syariah

Asuransi jiwa online konvensional dengan asuransi syariah, apa bedanya? Kita bahas yuk 5 perbedaannya!

 

Kita bahas dari prinsip operasional antara asuransi konvensional dan asuransi syariah. Prinsip-prinsip di bawah ini berlaku di semua asuransi jiwa yang bagus pilihan kamu.

 

1. Akad atau perjanjian

Akad asuransi konvensional dilakukan dengan tujuan jual beli. Karena itu, perusahaan asuransi dan peserta sama-sama punya harapan untuk ambil untung sebesar-besarnya dan rugi-sekecil-kecilnya.

 

Mengutip dari jurnal “Menyoal Asuransi Konvensional versus Asuransi Syariah” dari Fuad Thohari (Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta), nyebutin bahwa akad di kontrak asuransi jiwa konvensional termasuk akad pertukaran (tabaddulî) antara pembayaran premi dengan uang pertanggungan.

 

Masalahnya, ada unsur nggak pasti (gharar) di akad asuransi jiwa konvensional ini. Soalnya, kamu cuma tau berapa jumlah uang pertanggungan yang bakal diterima, tapi malah nggak tau berapa jumlah premi yang bakal dibayarin asuransi. Dan kematian juga hanya Tuhan yang tau kan?

 

Karena ini yang bikin asuransi syariah, tepatnya asuransi jiwa online syariah berbeda. Akadnya terdiri dari jual beli (akad ijarah) dan dana sosial (akad tabarru’) yang bersifat tolong-menolong dan saling ngejamin (takaffulî). Jadi, kalo ada temen kamu yang meninggal, peserta lain (termasuk kamu dan peserta lainnya) harus saling bantu. 

 

2. Pertanggungan risiko

Karena bersifat transaksi jual beli, pertanggungan risiko asuransi konvensional ditanggung oleh perusahaan asuransi (transfer risk).

 

Kamu kepikiran nggak dari mana uang pertanggungannya? Katakanlah premi yang diterima perusahaan asuransi (sebagai penanggung) dikit. Supaya bisa tetep ngasih uang pertanggungan, perusahaan asuransi punya usaha dan investasi dengan pinjaman atas dasar bunga dari pemodal.

 

Bisa dibilang, pinjaman ini harus balik tanpa ngeliat untung atau rugi. Makanya asuransi konvensional punya unsur komersial yang nonjol.

 

Sementara asuransi syariah punya dua pertanggungan risiko, yakni perusahaan asuransi dan peserta. Dari dua pihak ini, pertanggungan risiko bisa dibagi-bagi atau risk sharing. Jadi bebannya bakal lebih ringan karena saling bantu.

 

Dan juga, kamu, peserta lainnya dan perusahaan asuransi dapet keuntungan lewat bagi hasil (sistem mudhârabah). Unsur komersilnya pun nggak gitu dominan dibanding asuransi konvensional.

 

Baca juga: Ini 6 Perbedaan Asuransi Jiwa Berjangka dan Seumur Hidup

 

3. Manfaat yang didapetin

Masih dikutip dari jurnal yang sama, secara umum, kamu bakal dapetin manfaat-manfaat dari asuransi syariah, khususnya asuransi jiwa online-nya seperti:

a. Untuk kamu sebagai peserta yang masih hidup pada masa kontrak, bakal dapet seluruh iuran pada rekening peserta, dapet porsi bagi hasil investasi, dan kelebihan dari rekening khusus (rekening derma) setelah dipakai untuk klaim.

b. Untuk peserta yang udah meninggal pada masa kontrak, ahli warisnya dapet iuran peserta yang ada di rekening peserta, dapet hasil investasi, dan dapet dana dari rekening khusus.

c. Untuk peserta yang ngundurin diri, bakal dapet sisa iuran pada rekening peserta dengan hasil investasinya.

d. Peserta dapet porsi bagi hasil investasi dari dana rekening peserta jika nggak terjadi musibah hingga masa kontrak.

 

Umumnya, manfaat-manfaat lain asuransi syariah hampir sama seperti asuransi konvensional yakni dapet santunan sebanyak kerugian yang diderita dan sesuai dengan perhitungan kerugian yang wajar.

 

4. Jenis investasi (unit link)

Untuk asuransi konvensional yang campur dengan investasi (unit link), dananya bebas diasuransiin di bidang dan instrumen investasi apa pun. Asalkan punya potensi datengin keuntungan.

 

Sementara, untuk asuransi syariah, cuma boleh diinvestasiin ke bidang industri “halal”. Dan ada larangan investasi di bidang industri judi, rokok, bank, asuransi, minuman keras, usaha/jasa yang bersifat merusak moral atau tidak bermanfaat, dan sejenisnya.

 

Gimana instrumen investasinya? Dana investasi di asuransi jiwa yang bagus dan sifatnya syariah bakal diinvestasiin ke deposito syariah, reksadana syariah, sukuk (obligasi syariah), atau saham syariah. 

 

5. Lembaga pengawasan kelola asuransi

Umumnya, asuransi konvensional, khususnya asuransi jiwa online pengelolaannya diawasin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan asuransi syariah diawasin oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan OJK.

 

Bisa dibilang, asuransi konvensional dan asuransi syariah sama-sama diawasin Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) dan sifatnya aktif lewat pemeriksaan usaha asuransi.

 

Nggak heran kan kalo kamu bakal nemuin data, laporan, catatan, dokumen di situs-situs asuransi konvensional dan asuransi syariah. Termasuk data produk dan laporan keuangan asuransi jiwa online di JAGADIRI.

 

Jadi, kamu mau pilih mana, asuransi konvensional atau asuransi syariah? Apa pun jenis asuransinya, pastiin kamu paham produk dan isi polis. Baik itu asuransi jiwa online atau asuransi jiwa yang bagus yang sesuai kebutuhan kamu. Yuk beli asuransi jiwa online di sini! Mulai dari Rp130.000,00 langsung daftar, polis jadi deh! Sst, follow Instagram @jagadiri_id juga yah!

 

Sumber:

https://media.neliti.com/media/publications/194990-ID-menyoal-asuransi-konvensional-versus-asu.pdf

https://lifepal.co.id/media/penjelasan-simpel-perbedaan-asuransi-syariah-dan-konvensional/

https://www.allianz.co.id/explore/detail/instrument-investasi-pada-asuransi-unit-link-syariah/59732

Recent News

  • Ojk  otoritas jasa keuangan  vector logo
  • Aaji logo asli png kecil
  • Globalsign trust seal1
  • Klikpay
  • Master
  • Va square