Article

5 Tips Pilih Asuransi Penyakit Kritis

18:05, 27 September 2021

Sept 2021 17

Penting Untuk Diketahui!

 

Asuransi penyakit kritis punya keunggulan tersendiri. Salah satunya, produk asuransinya dapat cover biaya pengobatan penyakit kritis. Tapi, gimana sih cara pilih asuransi yang tepat? Yuk intip 5 tips berikut ini. 


Dirangkum dari berbagai sumber, penyakit kritis yang ditanggung asuransi itu tergantung sama kebijakan perusahaan asuransinya. Nah, secara umum, penyakit kritis yang masih ditanggung asuransi adalah kanker, stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. 

Terus, apa bedanya sih asuransi penyakit kritis dengan asuransi kesehatan biasa? Perbedaannya terletak di besaran nilai santunan, Teman JAGADIRI. Jadi, karena penyakit yang bakal ditanggung asuransi itu biayanya besar, santunannya juga lebih besar. 

Makanya, beberapa asuransi nyediain produk khusus asuransi penyakit kritis. Bahkan, terpisah sama asuransi kesehatan biasa. 


Ternyata, asuransi penyakit kritis itu beragam, gimana ya cara pilihnya? 

Yap, bener banget. Asuransi penyakit kritis yang tersedia di Indonesia itu beragam banget. Beberapa di antaranya ada yang produk asuransi penyakit kritis murni dan rider (asuransi tambahan). 

Biar kamu tepat milih asuransinya dan sesuai kebutuhan, Jadimin share 5 tips pilih asuransi penyakit kritis. Salah satunya adalah…


1. Pilih perusahaan yang terpercaya dan kredibel

Karena asuransi penyakit kritis itu bener-bener butuh benefit besar, kamu harus cek kredibilitas perusahaan asuransinya. Tujuannya, agar kamu bisa segera klaim dan cairin uang pertanggungan ketika keadaan mendesak

Cara mudah untuk ngeliat perusahaan asuransi terpercaya atau nggak adalah dengan cek riwayat keuangan perusahaannya. 

Di situs perusahaan asuransi, kamu bisa baca laporan keuangan tahunannya. Kemudian, cek apakah dari laporan itu udah sesuai sama ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni nilai besaran risk based capital (RBC) minimal 120 persen. 

Kalo nilai RBC-nya di atas 120 persen, maka perusahaan asuransi itu punya kesehatan keuangan yang baik, mampu menuhin kewajiban bayar klaim pemegang polis, dan punya aset. 

 

2. Pastiin cakupan perlindungannya sesuai kebutuhan kamu

Seperti yang udah Jadimin sebutin, masing-masing perusahaan asuransi punya list penyakit kritis yang bakal ditanggung. Karena itu, kamu mesti cek list tersebut dan sesuain sama kebutuhan kamu. 

Untungnya, kamu nggak perlu fokus cari asuransi penyakit kritis yang bisa nanggung ratusan penyakit. Kamu bisa kok fokus cari yang sesuai sama kebutuhan kamu. Misalnya, kamu punya riwayat penyakit diabetes, maka fokusin aja di asuransi yang nanggung diabetes. 

Contoh lagi, kamu punya riwayat kanker dan jantung di keluarga. Sama juga, kamu fokusin ke asuransi penyakit kritis yang bisa nanggung kedua penyakit itu. 

 

3. Cek benefit untuk ahli waris

Di samping punya cakupan perlindungan yang luas, kamu juga sebaiknya pertimbangin soal benefit atau manfaat untuk ahli waris. 

Tujuannya, agar asuransi penyakit kritis ini bisa diwarisin ke keluarga yang ditinggalkan. Jadi, keluarga kamu masih bisa ngelanjutin hidup dari dana santunan asuransi. 

 

4. Bisa nanggung usia lanjut, nggak ya?

Nah, makin tua usia kamu, makin tinggi juga risiko kena penyakit kritis. Makanya, penting banget untuk gali informasi asuransi mana aja yang bisa nanggung kamu hingga umur 70 sampai 99 tahun. 

Kamu bisa baca maksimal usia yang ditanggung di ketentuan atau polis asuransinya. Ceki-ceki ya! 

 

5. Bandingin pilihan pembayaran preminya

Terakhir, bandingin pilihan pembayaran premi asuransinya. Untuk produk asuransi penyakit kritis, biasanya perusahaan asuransi nyediain pilihan pembayaran: bulanan, tahunan, atau semesteran. 

Pastiin kamu pilih asuransi yang waktu pembayaran preminya fleksibel. Sehingga, kamu bebas bayar premi sesuai kemampuan bujet kamu. 

Punya asuransi penyakit kritis emang butuh banyak pertimbangan. Selain 5 tips di atas, kamu juga perlu pelajarin pengecualian yang ditanggung. Itu loh, risiko yang nggak ditanggung asuransi. Misalnya survival period atau periode bertahan hidup. 

Survival period di asuransi penyakit kritis umumnya adalah 7 hari, 14 hari, dan 30 hari sejak kamu terdiagnosis penyakit. 

Jadi, kalo kamu sebagai pihak tertanggung meninggal di hari ke-7, klaim kamu nggak bisa diajuin. 

 

Itulah 5 tips pilih asuransi penyakit kritis. Buat kamu yang ingin coba dari asuransi kesehatan biasa dulu, hayuk daftar di website JAGADIRI. Akun dan polis langsung aktif nggak pake lama (*Syarat dan Ketentuan Berlaku). Pantengin juga informasi dan edukasi asuransi di Instagram @jagadiri_id. Semangat ya!

 

Sumber:

https://bigalpha.id/news/cara-mudah-periksa-kesehatan-perusahaan-asuransi 

https://lifepal.co.id/media/penyakit-kritis/ 

https://lifepal.co.id/media/asuransi-penyakit-kritis/ 

https://www.cermati.com/artikel/asuransi-penyakit-kritis-pengertian-untung-rugi-klaim-dan-cara-memilihnya 

https://www.manulife.co.id/id/artikel/apa-itu-asuransi-penyakit-kritis-dan-siapa-yang-harus-punya.html 

Recent News

  • Ojk  otoritas jasa keuangan  vector logo
  • Aaji logo asli png kecil
  • Globalsign trust seal1
  • Klikpay
  • Master
  • Va square